BPMN vs UML vs flowchart: diagram mana yang sebaiknya digunakan
BPMN vs UML: fungsi tiap notasi, tabel untuk membantu memilih, dan alasan kami menggunakan BPMN 2.0 alih-alih notasi buatan sendiri.
BPMN vs UML bergantung pada hal yang ingin Anda modelkan. BPMN menjelaskan proses bisnis dan alur kerja antar peserta. UML menjelaskan struktur dan perilaku perangkat lunak. Flowchart adalah cara cepat dan informal untuk menunjukkan langkah serta keputusan. Bentuknya mungkin mirip, tetapi ketiganya tidak bisa saling menggantikan.
Halaman ini membandingkan kegunaan tiap notasi, menyediakan satu tabel untuk membantu Anda memilih, dan menjelaskan alasan kami menggunakan BPMN 2.0 alih-alih notasi buatan sendiri.
Apa yang dimodelkan oleh tiap notasi?
BPMN 2.0 adalah singkatan dari Business Process Model and Notation. Standar ini dikelola oleh Object Management Group (OMG) dan digunakan untuk memodelkan proses bisnis, termasuk peserta, aktivitas, urutan, keputusan, serta peristiwa yang memicu atau menghentikan pekerjaan. Simbol dan aturan untuk menghubungkannya sudah ditetapkan, sehingga model dapat divalidasi berdasarkan aturan tersebut. BPMN 2.0 juga menetapkan format XML untuk bertukar model antaralat. Untuk pengantar notasi ini, baca apa itu BPMN 2.0.
UML adalah singkatan dari Unified Modeling Language. Standar OMG ini digunakan untuk menjelaskan sistem perangkat lunak dan perilakunya. UML mencakup diagram kelas, komponen, penerapan, urutan, aktivitas, mesin status, dan use case. Diagram aktivitas paling sering bersinggungan dengan pemodelan proses.
Flowchart menunjukkan langkah dan keputusan menggunakan bentuk serta panah. Tidak ada standar yang mengaturnya atau aturan baku yang harus diikuti. Karena itu, tiap tim mengandalkan kebiasaan sendiri. Flowchart cepat dibuat, tetapi dua orang bisa menafsirkannya secara berbeda. Penulisannya pun beragam, seperti flow chart, flow-chart, bahkan salah ketik flow charter. Namun, semuanya merujuk pada diagram informal yang sama.
BPMN vs UML vs flowchart: bagaimana memilihnya?
Tentukan dulu hasil yang perlu dibuat, lalu pilih notasi di kolom tengah.
| Jika Anda perlu memodelkan… | Gunakan | Alasannya |
|---|---|---|
| Proses bisnis yang melibatkan orang, tim, atau sistem | BPMN 2.0 | Peserta, lane, alur pesan, dan peristiwa merupakan bagian bawaan notasi ini. Model juga dapat divalidasi dan dipertukarkan sebagai XML BPMN 2.0. |
| Struktur atau perilaku perangkat lunak | UML | UML menyediakan jenis diagram untuk perangkat lunak, seperti kelas, komponen, penerapan, urutan, dan mesin status. Diagram aktivitas bukan standar untuk proses. |
| Satu prosedur, sketsa lokakarya, atau satu keputusan | Flowchart | Tidak perlu memasang apa pun atau mengikuti aturan. Karena itu juga, flowchart kurang cocok dipelihara sebagai model. |
| Proses yang harus divalidasi atau dipertukarkan antaralat | BPMN 2.0 | Notasi ini memiliki aturan untuk memeriksa model dan format file untuk memindahkannya. |
| Pohon keputusan, perhitungan, atau aliran data | Bukan keduanya | Gunakan notasi yang dirancang untuk hasil tersebut. Memaksakannya ke diagram proses justru menyamarkan logika di balik kotak-kotak yang tampak familier. |
Pertanyaannya bukan notasi mana yang tampak familier. Pertanyaannya, apa yang harus disampaikan diagram dan siapa yang akan menggunakannya setelah Anda membuatnya.
Bagaimana cara membahasnya bersama tim? Sepakati dulu hasil yang akan dibuat, cukup dalam satu kalimat, lalu jangan memilih berdasarkan alat. Preferensi vendor atau lisensi lama bukan alasan untuk memilih notasi. Jika dua notasi sama-sama cocok, pilih yang paling mudah dipahami pembaca tanpa bantuan. Catat juga konvensi tambahan yang Anda gunakan, seperti penamaan, tata letak, dan tingkat detail, agar model berikutnya tidak memakai aturan sendiri. Coba berikan diagram kepada orang yang tidak ikut lokakarya, lalu tanyakan apa yang terjadi selanjutnya. Jika mereka tidak bisa menjawab, biasanya masalahnya bukan pada notasi.
Mengapa BPMN dan UML tampak mirip?
Diagram aktivitas UML dan diagram proses BPMN sama-sama bisa menggunakan persegi panjang bersudut tumpul untuk aktivitas, wajik untuk keputusan, dan garis tebal untuk jalur paralel. Sekilas, keduanya tampak hampir sama.
Namun, makna bentuk-bentuk itu berbeda. Diagram aktivitas UML menjelaskan perilaku dalam konteks perangkat lunak atau sistem. Diagram BPMN menjelaskan pekerjaan yang dilakukan peserta, termasuk orang, departemen, dan sistem. BPMN memiliki elemen khusus untuk peserta, lane, alur pesan, dan peristiwa. Diagram aktivitas UML tidak menyediakan konsep proses bisnis tersebut dengan cara yang sama.
Alat process intelligence biasanya menggunakan notasi sendiri. Kami memilih BPMN 2.0 karena inilah satu-satunya standar nyata. Apakah sempurna? Tidak. Namun, notasi ini sudah digunakan banyak orang. Model yang tetap berguna setelah alat pembuatnya tidak lagi digunakan lebih berharga daripada diagram yang tampak lebih menarik tetapi tidak bisa dibaca orang lain.
Bisakah BPMN, UML, dan flowchart digunakan bersama?
Bisa, asalkan setiap diagram menjelaskan notasi yang digunakan:
- Dokumentasikan proses bisnis dengan BPMN dan perangkat lunak pendukungnya dengan UML. Hubungkan keduanya secara jelas, misalnya dengan nama atau pengenal yang sama.
- Gunakan UML untuk merancang perangkat lunak, meskipun perangkat lunak itu mendukung proses BPMN. Setiap model menjawab pertanyaan yang berbeda.
Masalahnya bukan menggunakan beberapa notasi dalam satu organisasi. Kami juga melakukannya. Masalah muncul saat notasi dicampur dalam satu diagram tanpa penjelasan. Jika pembaca tidak tahu apakah suatu bentuk menunjukkan aktivitas, elemen perangkat lunak, atau langkah informal, diagram itu tidak bisa dipercaya.
Kapan flowchart lebih tepat digunakan?
BPMN vs flowchart pada dasarnya menanyakan hal yang sama dalam skala lebih kecil. Jawabannya biasanya bergantung pada kebutuhan pemeliharaan. Flowchart lebih tepat untuk prosedur singkat, sketsa lokakarya, atau penjelasan sekali pakai: beberapa langkah dan satu keputusan, tanpa struktur yang belum diperlukan tim.
Pilih BPMN begitu diagram perlu dibaca secara konsisten, diperiksa berdasarkan aturan notasi, ditinjau kembali pada kuartal berikutnya, atau dibagikan ke beberapa tim. Jika ragu, buat sketsa dulu lalu susun dalam BPMN saat prosesnya memang perlu dimodelkan. Untuk melihat jenis diagram lainnya, baca apa itu pemetaan proses. Jika Anda beralih dari alat diagram lama, baca alternatif Visio untuk BPMN.
Bagaimana dengan flowchart yang sudah dimiliki tim Anda? Jadikan flowchart sebagai bahan awal, bukan model utama. Sketsa lokakarya sering menjadi cara tercepat untuk menyepakati cakupan. Setelah prosesnya perlu dikelola, menggambarnya ulang dalam BPMN biasanya hanya memerlukan satu atau dua jam. Jadi, flowchart berfungsi sebagai draf, bukan pesaing. Hindari memelihara proses yang sama dua kali dalam dua notasi. Jika begitu, tidak ada versi yang menjadi acuan dan rapat akan habis untuk membahas mana yang paling baru.
Bagaimana menjaga agar model BPMN tetap portabel?
Buat model dengan notasi standar dan format file yang bisa dipindahkan. ProcessMind memodelkan BPMN 2.0 di browser serta mengimpor dan mengekspor file BPMN. Jadi, diagram tidak terkunci di produk yang membuatnya. Anda juga bisa menyimpan model di samping proses yang ditemukan melalui process mining. Dengan begitu, proses yang Anda rencanakan dapat dibandingkan dengan proses yang tercatat di sistem.
Lihat cara kerja workspace pemodelan ProcessMind atau tinjau elemen BPMN yang didukung.
Where to Go From Here
Anda sudah memilih notasi yang sesuai dengan hasil yang ingin dibuat. Berikutnya, pastikan alat yang digunakan tetap mengikuti standar dan modelnya bisa divalidasi serta diekspor.